Wednesday, March 4, 2015

[Hikmah 4] Bohong Kepada Ayah

Pagi itu, Ayah menyuruhku membawa mobil ke bengkel utk cek rutin. Kemudian menjemputnya di kantor jika mobil sudah selesai. Dalam perjalanan ke bengkel, temanku Heni menelpon dan mengajak nonton film. Kebetulan film tersebut dibintangi oleh idolaku. Di antara kebimbangan jadilah kuputuskan nonton dulu baru ke bengkel.

Apa mau dikata, sehabis nonton kami bertemu teman-teman yang lain lalu asyik ngobrol di cafe. Hari sudah sore waktu aku mulai sadar bahwa bengkel pasti sudah tutup. Sepanjang jalan aku sibuk menyusun argumen berbagai alasan yg nanti akan kukatakan pada ayah.
Setibanya di kantor ayah, dengan bimbang aku segera melangkah ke ruangannya.

“Bagaimana mobilnya San, sudah OK?”
Sambil menghindari tatapan ayah, aku menjawab.
“Ayah, kata orang bengkel, besok harus dibawa lagi karena masih ada yg belum beres. Sebenarnya sih tadi harus ditinggal tapi aku memaksa mebawanya pulang karena harus menjemput ayah”.
Sambil melirik pelan-pelan aku menatap ayah.

“Hmm…. mungkin ada yang salah pada cara Ayah mendidikmu selama ini. Karena ternyata kamu tidak mau berkata yang sebenarnya.” 
“Mak…maksud ayah apa……..” Dengan panik aku jadi salah tingkah.
“Baiklah, karena ayah merasa salah dalam mendidikmu maka ayah akan pulang berjalan kaki sambil merenungi apa kesalahan yang telah ayah perbuat!”

Ayah segera melangkahkan kakinya keluar kantor.
“Ayah…… ayah…. jangan begitu”. Aku makin gelisah.
Namun ayah hanya tersenyum. Hari sudah mulai gelap ketika aku mengikuti ayah dari belakang dengan mobil. Kulihat ayah berjalan sambil tertunduk. Hatiku makin galau. Jarak 35 km harus ditempuh ayahku yang sudah berumur 52 tahun itu, membuat air mataku mulai mengaburkan pandanganku. Sudah selama 1 jam 45 menit ayahku berjalan. Batinku berperang dan ada sesuatu di dalam yg terasa menyesakkan dadaku. Segera kuhentikan mobil dan berlari mengejar ayah. Kupeluk ayah dari belakang.

“Ayah…. Maafkan Santi. Tadi Santi memang tidak ke bengkel tapi pergi nonton bersama Heni lalu …”
Aku tak sempat menyelesaikan kalimatku karena tangan Ayah menutup mulutku.
“Ayah sudah tahu ….” Sambil tersenyum Ayah mengelus kepalaku.
Aku yang bingung segera dibimbingnya menuju mobil.
“Sebenarnya tadi siang ayah menelpon ke bengkel, tapi mereka mengatakan mobil belum datang sejak pagi. Nah, ayah hanya ingin kamu mengatakan yang sebenarnya tanpa perlu menceritakan detailnya”

Hingga aku sudah berkeluarga kini, peristiwa itu terus membekas pada diriku. Karena aku tidak pernah lagi membohongi orangtuaku sejak itu. Tak pernah lagi……. Aku bersumpah tidak ingin melihat ayahku menghukum dirinya lagi karena perbuatanku. “Teguran Batin” begitulah aku menyebutnya.

Ternyata cara tersebut lebih dalam bekasnya daripada teguran fisik. Aku membayangkan, jika saja saat itu Ayahku memarahiku dan mendesak dari mana saja aku seharian, mungkin hingga kini aku sudah melakukan sekian puluh kebohongan. Demikian pula dengan anakku.
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tuesday, March 3, 2015

[Hikmah 3] Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi keuangan keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. 

"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp 300 ribu.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu tersebut seharga Rp 300 ribu dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih tersebut, melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari seharga Rp 1 juta untuk ditukar dengan kayu tersebut. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati sebuah perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya sebanyak Rp 2 juta. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita tersebut menaikkan tawarannya menjadi Rp 2,5 juta. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp 2,5 juta. Tiba-tiba seorang perampok datang dan mengacungkan belati serta merampas uang itu lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya kemudian bertanya,
"Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa. Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini? Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah. Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa. Pada waktunya siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia.

Semoga bermanfaat.

Disarikan dari berbagai sumber

[Meet and Greet] Pemutaran Trailer Perdana

Dalam kegiatan Meet and Greet Film Ada Surga di Rumahmu (01/03) di panggung utama Islamic Book Fair, trailer film ini untuk pertama kalinya diputar untuk konsumsi khalayak luas sebagai bagian dari promosi film yang akan tayang mulai tanggal 2 April 2015 di Cinema 21.

Respon positif disampaikan oleh para pengunjung pameran yang tak hanya menonton trailer namun juga berkesempatan untuk berbincang dan memperoleh tanda tangan di buku Ada Surga di Rumahmu dari para pemeran utama yaitu Husein Al Atas, Nina Septiani, Zeezee Shahab serta penulis skenario, Oka Aurora.

Adapun trailer film ini bisa dinikmati melalui kanal
http://youtu.be/2El20v8Y4GU

Banner Berjalan Surga Dirumahmu dalam Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Dua orang banner berjalan #SurgaDirumahmu hadir di tengah-tengah keriuhan pagi Jakarta (01/03) di sepanjang Dukuh Atas hingga perempatan Bank Indonesia dalam pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor sekaligus memperkenalkan kepada khalayak ramai film terbaru kolaborasi Mizan Productions bersama Nava dan Smaradana Pro serta didukung penuh oleh Perum Gas Negara (PGN).

Masyarakat yang bertemu banner berjalan dan berfoto bersama kemudian mengunggahnya melalui twitter dan blog ini akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan undangan gala premiere film ini.

Tak hanya banner berjalan namun hadir pula tim liputan yang menanyakan pendapat masyarakat yang bersantai di minggu pagi mengenai arti orangtua bagi mereka dan saat mereka merasakan hadirnya surga dalam rumah.

Berikut ini dokumentasi kegiatan tersebut:












Monday, March 2, 2015

[Rilis Media] Meet and Greet Film Ada Surga di Rumahmu

Siaran Pers untuk disiarkan segera

MEET AND GREET:
FILM ADA SURGA DI RUMAHMU


Jakarta, 1 Maret 2015.
Meet and Greet Pemeran Film Ada Surga di Rumahmu diselenggarakan pada tanggal 1 Maret 2015 di panggung utama Islamic Book Fair oleh Mizan Productions sebagai produser bersama Nava dan Smaradana Pro serta didukung penuh oleh Perum Gas Negara (PGN). Hadir dalam kegiatan ini adalah Husein Al Atas, Nina Septiani dan Zeezee Shahab selaku pemeran utama film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Ustad Alhabsyi. Film ini sendiri mengambil lokasi syuting di Palembang, Puncak dan Jakarta.

Meskipun baru berkecimpung dalam seni peran, Husein Al Atas, lulusan ajang Indonesia Idol 8, mengakui bahwa tantangan dan kesenangan dalam memerankan tokoh Ramadhanlah yang membuat dirinya bersedia untuk terjun ke dalam bidang seni peran.
“Kesulitan terbesar saya adalah saat berbicara dalam dialek Palembang karena lahir dan besar di Jakarta,” imbuh penggemar Benyamin Sueb dan Didi Petet yang mendapat bimbingan khusus dari sang sutradara, Aditya Gumay.

Film yang akan tayang di Cinema 21 mulai tanggal 2 April 2015 ini berkisah tentang kenakalan Ramadhan kecil (Raihan Khan) yang sering menyelesaikan permasalahan dengan berkelahi. Namun di balik kenakalannya, Ramadhan memiliki bakat yang luar biasa dalam bercerita. Ke Abuya (Budi Khairul), ayah Ramadhan menyadari bakat yang dimiliki anaknya. Saat mengajar mengaji dan melihat Ramadhan berulah, dia memberi hukuman pada anaknya untuk bercerita. Meski menghukum, Abuya senantiasa menikmati dongeng yang disampaikan Ramadhan. Ramadhan terpaksa berpisah dengan kedua orang tuanya ketika Abuya dan Umi (Elma Theana) mengirimkannya ke pesantren setelah berkelahi dengan temannya. Hidup jauh dari orang tua dan tinggal di pesantren tak membuat kenakalan Ramadhan berkurang. Akibat kenakalannya dia dan kedua temannya Kiagus (Qya Gus Ditra) dan Abdul (Hendra Wirajaya) harus dihukum ustadz Athar, salah satunya melakukan dakwah di kuburan dan tempat-tempat yang ramai. Hukuman ini mereka jalani meskipun harus menghadapi celaan, hinaan, bahkan terkadang ancaman.

Hidup Ramadhan dewasa (Husein Alatas) berubah saat ustadz Athar mengabarkan bahwa selama ini biaya belajar di pesantren dibayar Abuya dengan mendonorkan ginjalnya pada ustadz Athar. Kenyataan ini sangat memukul Ramadhan. Ia pun bercita-cita untuk sukses sebagai ustadz. Dan dari Kiranalah (Zeezee Shahab) gadis yang dikenalnya di pesantren saat shooting film yang membuat jalan Ramadhan sebagai ustadz terbuka saat diundang ceramah di rumahnya. Namun perkenalan dengan Kirana menyisakan rasa cemburu Nayla (Nina Septiani) teman masa kecilnya. Usaha keras Ramadhan membahagiakan kedua orangtuanya yang telah begitu banyak berkorban dan penentuan pilihan pendamping hidup menjadi cerita utama yang dijalin dengan apik oleh Oka Aurora sebagai penulis skenario.

Film drama keluarga Ada Surga di Rumahmu ini menggugah kembali kepedulian setiap orang untuk terlebih dahulu membangun surga terdekat di rumah masing-masing dalam kehangatan kasih sayang keluarga sebelum memintal jalan lain ke surga di lingkungan masyarakat lebih luas.

Informasi lebih lanjut:
www.surgadirumahmu.blogspot.com
Twitter            : @SurgaDirumahmu
FB Fan Page : Surga Dirumahmu
Youtube         : Surga Dirumahmu
Email              : surga.dirumahmu@gmail.com

[Hikmah 2] Kemiskinan Sebuah Keluarga

Suatu hari seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya melakukan perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang di sekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah bertanya pada anaknya “Bagaimana perjalanannya nak?”.
“Perjalanan yang hebat, yah”.
“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?” Si bapak bertanya.
“O tentu saja,” jawab si anak.
“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab
"Saya melihat bahwa kita punya satu kucing, tapi mereka punya empat kucing.
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.
Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita membeli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok di sekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka".

Ayah si anak hanya bisa bungkam.
Lalu si anak menambahkan kata-katanya “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.

Disarikan dari berbagai sumber

Sunday, March 1, 2015

[Giveaway 1] : QR Code - Car Free Day 1 Maret 2015

Mizan Productions menyelenggarakan Kuis QR Code dalam kegiatan Car Free Day, 1 Maret 2015 pukul 06.00 - 10.00 WIB. QR Code ada dimana? Carilah orang yang membawa banner film Ada #SurgaDirumahmu yang akan berjalan di sepanjang Dukuh Atas hingga perempatan Bank Indonesia.


Lalu apa yang harus dilakukan?? Gampang banget koq.
1. Follow twitter @SurgaDirumahmu dan like fan page FB Surga Dirumahmu
Unduh dan pasang aplikasi pembaca QR code di ponsel berkameramu.
2. Arahkan kamera ponselmu pada QR code yang ada pada banner film.
3. Buat foto selfie bersama banner berjalan
4. Muat foto tersebut di twitter @SurgaDirumahmu dan comment blog kuis di www.surgadirumahmu.blogspot.com
5. Mention jawabanmu di twitter pada 3 orang temanmu
6. Tersedia undangan gala premiere film Ada Surga di Rumahmu untuk 3 orang pemenang masing-masing 2 buah dan 3 paket menarik dari Kelompok Mizan
7. Kuis ini hanya berlaku bagi penduduk wilayah Jabodetabek yang mengikuti Car Free Day
8.  Pengumuman pemenang melalui blog, fan page FB dan twitter
9. Keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Semoga beruntung.