Showing posts with label #Buku. Show all posts
Showing posts with label #Buku. Show all posts

Thursday, February 26, 2015

Sayembara Menulis Ada Surga di Rumahmu

Mizan Productions bekerja sama dengan Kecil Kecil Punya Karya (KKPK) menyelenggarakan sayembara menulis cerpen nih. Yuk ikutan!

Ssst... Sebelum bertanya, baca dulu infonya ya!

---
Sayembara Menulis "Ada Surga di Rumahmu"

Persyaratan:
1. Usia 7-14 tahun
2. Tulisan bertema IBU
3. Jumlah hamanan cerita 3-6 HALAMAN
4. Ditulis di kertas HVS A4, spasi 1.5, huruf Calibri ukuran 12 pt.
5. Karya asli perseorangan. Tidak boleh menjiplak atau mengadaptasi. Karya boleh berasal dari pengalaman nyata atau imajinasi.
6. Karya tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan), kekerasan dan ketidaksopanan.
7. Karya disertai dengan biodata lengkap (Nama, Alamat, TTL, Sekolah, No. Telp/HP, e-mail, FB/Twitter)

Karya dikirim melalui e-mail ke lombadar@mizan.com
Subjek e-mail: Naskah Ada Surga di Rumahmu

Karya paling lambat diterima pada 23 Maret 2015

---
10 pemenang karyanya akan diterbitkan dan masing-masing mendapatkan 4 TIKET MENONTON FILM "Ada Surga di Rumahmu"

Bagi pemenang yang di kotanya tidak ada bioskop Cinema 21, hadiah akan diganti dengan paket menarik.

Tuesday, February 24, 2015

Buku Ada Surga di Rumahmu

Judul             : Ada Surga di Rumahmu
Pengarang    : Oka Aurora
Penerbit        : Noura Books (PT. Mizan Publika)
Cetakan I, Juni 2014
Harga           :Rp 44.000,-

“Kau tahu kenapa aku ingin sekali kau jadi orang? Aku berutang nyawa pada ayahmu, Ramadhan. Dia telah berjihad membuatku tetap bisa mengajar! Dan hanya dengan meneruskan perjuangan dakwahku, kau bisa melunaskan utangku itu. Kau mengerti?”

Bertahun-tahun wasiat terakhir Buya Athar, ulama besar Palembang itu, bertalu-talu mengetuk hati Ramadhan. Bagaimana mungkin dia meneruskan dakwah guru yang juga pamannya itu? Sedangkan dia masih harus berjibaku menaikkan harkat keluarganya yang miskin dan diinjak-injak orang. Tak mau lagi dia mendengar hinaan Ibu Kirana kepada uminya – hinaan yang membuatnya memilih untuk meninggalkan kekasihnya itu.

Bagi Ramadhan, Umi dan Abuya serta keenam saudaranya adalah surga hati yang lebih penting dari cinta dan karirnya. Demi surganya itu, saat SD dia bahkan pernah menjadi pemulung dan apa saja untuk membahagiakan mereka. Termasuk ketika akhirnya dia dijagokan jadi model iklan di Jakarta. Namun, Ramadhan tak mampu juga mengabaikan pesan pamannya, guru yang amat dia cintai dan sudah seperti Abuya-nya sendiri. Apa gerangan jihad yang dilakukan ayahnya sampai Buya Athar sangat ingin Ramadhan meneruskan dakwahnya?  Akankah Ramadhan mampu terus menyalakan cahaya di surga kecilnya? Bagaimana pula dengan impian cintanya, yang kelak dia harapkan menambah semarak surga itu?